Cengiz
Yes Cengiz Can! Bintang muda Turki ini mulai bersinar
Oleh AS ROMA/ANDI IRAWAN, DESAIN OLEH VINNOTSAURUS, 13 Feb 2018

Segalanya bisa berubah dengan cepat dalam sepakbola. Penantian Cengiz Under menunggu gol pertamanya untuk Roma terus berlangsung hingga awal 2018, meski sudah tampil sebagai pemain inti pada dua laga beruntun.

Kurang dari enam minggu, angin berubah. Penyerang asal Turki tersebut selalu bermain dalam empat pertandingan terakhir Roma dan mampu mencetak tiga gol, serta memberikan satu assist dan memberi peran terjadinya sebuah penalti.

Setelah mencetak dua gol melawan Benevento, Minggu (11/2) malam, Cengiz menjadi perbincangan seisi kota Roma. Pemain berusia 20 tahun itu mendapatkan pujian dari penggemar Giallorossi di seluruh dunia dan sebuah penghargaan yang dari sang pelatih.

"Cengiz terlahir untuk mencetak gol, dia seperti Vincenzo Montella dalam hal ini - dia memiliki kecepatan eksekusi yang sama," ujar Di Francesco dalam sebuah wawancara radio, Senin pagi.

Di Francesco pantas berujar demikian karena pernah bermain bersama Montella ketika meraih Scudetto musim 2000-01. Minggu malam itu, kualitas individu Cengiz lah yang membongkar celah ketegangan pertandingan.

"Terkadang momen individual sama pentingnya dengan pergerakan tim," ujar sang pelatih. "Pergerakan Cengiz adalah kunci dalam mencetak gol.”

"Secara mental dia berada di tempat yang bagus dan dia berhasil mengonversi semua peluang yang jatuh di kakinya."

Penampilan Cengiz ini tampaknya merupakan hasil dari kenyamanan di lingkungan barunya. Anak muda itu mulai beradaptasi dengan liga baru, budaya baru, dan bahasa baru serta mulai melakukan penyesuaian.

"Bahasa Italianya bertambah lancar," ujar rekan setimnya, Gregoire Defrel, yang juga mencetak gol pada pertandingan Minggu. "Dia pemain hebat, dia butuh waktu untuk beradaptasi, dan sekarang bisa dilihat dia telah berkembang pesat. Saya harap dia mencetak lebih banyak gol untuk kami."

Setelah gol pertamanya untuk Roma melawan Hellas Verona pekan sebelumnya, Cengiz merasa istirahat musim dingin yang singkat memungkinkannya mendapatkan perspektif baru. Jeda itu membuat energinya kembali terisi dan dia kembali berlatih dengan fokus dan keyakinan baru. Sejak saat itu, energi itu lah yang tersaji di atas lapangan.

"Tiga bulan pertama sangat sulit bagi saya, tapi sekarang saya merasa jauh lebih baik," ujarnya. "Saya mulai memahami bahasa Italia, yang berarti saya lebih mengerti apa yang dikatakan pelatih dan instruksi taktis yang dia berikan.”

"Pada waktu yang sama, kemampuan itu juga memungkinkan saya untuk berbicara lebih banyak dengan rekan tim saya.”

"Bisa dikatakan bahwa setelah liburan musim dingin, ada Cengiz baru yang kembali. Saya harus berterima kasih kepada pelatih, dia sudah bersabar dengan saya dan membantu membangun kepercayaan diri saya."

Tugas Cengiz sekarang menjaga penampilan seperti itu, mencetak gol pada pertandingan yang menentukan, dan saat menghadapi pertahanan yang lebih baik. Persaingan memperebutkan tempat di lini depan akan lebih sengit dengan adanya masalah cedera, tapi itu justru kian menambah motivasi Cengiz menjadi pemain yang lebih baik.

Dimana persaingan di lini depan akan lebih sengit - namun tantangan tambahan tersebut seharusnya akan memacu pemain muda tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Sambil menanti, fans Roma kini sudah memiliki seorang bintang baru untuk dirayakan dengan penuh suka cita.

Dua gol Cengiz melawan Benevento

Gol 1: Dia mampu menyelesaikan umpan silang Diego Perotti dengan menembak ke tiang dekat untuk membuat skor menjadi 3-1.

Gol 2: Dengan penuh percaya diri, Cengiz memindahkan bola ke kaki kirinya, sebelum melakukan tembakan melengkung ke arah tiang jauh kiper Puggioni.

Reaksi Sosial Media

Lebih Lanjut
Memuat . . .